Get Adobe Flash player

Sekretariat

Jl. Raya Karah No 4 Surabaya - Jawa Timur

Telp. (031) 70909321

Fax. (031)  8295590

Email: info@lsmklh.com

TIM PATROLI AIR TEMUKAN PABRIK TAK BERIZIN BUANG LIMBAH

Dari hasil sidak Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur, Senin (27/4) diketahui terdapat sebuah pabrik yang tak memiliki dokumen perizinan membuang limbah cair tanpa diolah. Pabrik tersebut yakni CV Surabaya Plastik Harapan (SPH) yang berlokasi di Desa Bambe, Driyorejo, Kab Gresik.

 

“Pembuangan limbah diketahui oleh tim patrol dari Garda Lingkungan Gresik yang berjalan menyusuri Kali Tengah. Saat tahu SPH buang limbah dengan bau menyengat, tim dari jalur darat yang menggunakan mobil langsung masuk ke lokasi pabrik dan benar memang limbahnya tidak diolah,” kata Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim, Imam Rochani.

Pabrik yang memproduksi tali packing kardus atau strapping band tersebut juga diketahui tidak memiliki dokumen perizinan sama sekali. “Saat kami tanya izin UKL UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan) mereka belum punya apalagi IPLC (izin pembuangan limbah cair). Mereka beralasan perizinan belum ada karena baru menunjuk konsultan untuk mengurusnya,” katanya.

Untuk masuk ke dalam pabrik, kata Imam, aksesnya sedikit sulit karena harus melewati jalur dari pabrik lain yang lokasinya berada di depan. Dari pantauan di lokasi juga diketahui jika pabrik plastik menggunakan bahan baku dari karung plastik bekas.

Prosesnya dimulai dengan membersihkan dengan mencuci karung plastik dan mencacah hingga lembut. Air sisa pencucian dan pencacahan karung plastik itulah yang dibuang langsung ke Kali Tengah yang bermuara ke Kali Surabaya. Serpihan plastik yang telah dicacah juga tampak banyak berserakan di sekitar pabrik terutama di bagian belakang yang dijadikan lokasi pencucian dan pencacahan.

Setelah dicacah serpihan plastik dijemur hingga kering lalu di masak hingga menjadi pelet atau biji plastik. Pelet tersebut lantas digunakan sebagai bahan baku strapping band. Melihat kondisi itu, tim pun memutuskan mengambil sampel limbah cair pabrik yang memproduksi sebanyak 500-700 roll strapping band per hari sekitar pukul 11.38 WIB. Dari hasil uji limbah di lokasi diketahui suhu air mencapai 28,5oC dan pH sebesar 7,12 persen.

Selain itu tim juga masuk mengecek limbah cair PT Multipack Unggul (MU) dan PT Miwon. Kedua pabrik yang juga berlokasi di Driyorejo tersebut diduga menghasilkan limbah cair yang berbahaya karena tidak diolah dengan optimal.

Alhasil diketahui jika limbah cair MU masih fluktuatif, sehingga masih belum normal dan stabil. “Masih ada kadar parameter zat yang melebihi baku mutu. MU ini tiap bulan mengujikan limbahnya ke lab. Tapi hasil uji Maret 2015 lalu kadar BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD  (Chemical Oxygen Demand) serta Pb (timbal) melebihi baku mutu,” kata Imam.

Untuk itu tim langsung mengambil sampel limbah dari titik sampling di outlet pembuangan yang mengarah ke Kali Tengah. Dari hasil uji sampel limbah di lokasi diketahui kadar suhu air mencapai 27,8oC dan pH sebesar 6,61 persen.

Sedangkan Miwon diketahui membuang limbah ke Kali Surabaya berwarna abu-abu keruh kehitam-hitaman. Limbah pabrik yang memproduksi penyedap rasa itu tidak terolah dengan baik karena sempat alami kerusakan pompa blower di IPAL sejak Februari lalu. Namun setelah diperbaiki kini pengolahan di IPAL masih belum berjalan normal. (rizal)