Get Adobe Flash player

Sekretariat

Jl. Raya Karah No 4 Surabaya - Jawa Timur

Telp. (031) 70909321

Fax. (031)  8295590

Email: info@lsmklh.com

POMPA AIR IPAL DIPERBAIKI, LIMBAH MIWON MASIH BERBAHAYA

Kondisi pompa blower di IPAL (instalasi pengolahan air limbah) PT Miwon yang rusak dalam dua bulan terakhir ini kini telah diperbaiki. Namun paska perbaikan kondisi limbah cair yang diolah pun kini masih cukup berbahaya karena kadar COD (chemical oxygen demand)  atau kandungan kimia dalam oksigen terlarut masih cukup tinggi dan melebihi batas baku mutu.

“Dari hasil uji lab saat sampel diambil 26 Maret lalu hasilnya kadar COD masih terlalu tinggi. Hari ini dari hasil sidak juga diketahui limbahnya masih belum bagus berwarna abu-abu hitam dan diduga kuat masih berbahaya,” kata Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim, Imam Rochani, Senin (27/4).

Menurutnya, kondisi limbah Miwon yang diduga berbahaya itu diketahui tim saat menyusuri Kali Surabaya menggunakan perahu. Selanjutnya, tim dari jalur darat masuk ke IPAL dan mengecek kondisi pengolahan di IPAL.

Setelah meminta klarifikasi dari pihak manajemen pabrik penyedap rasa tersebut, diketahui jika IPAL memang telah difungsikan optimal. Namun, paska kerusakan blower di salah satu bak IPAL membuat bakteri pengurai limbah mati. Untuk bisa mengembangbiakkan kembali bakteri agar limbah bisa kembali memenuhi baku mutu masih membutuhkan waktu lagi.

Kondisi kerusakan IPAL hingga perbaikan yang menjadikan limbah tidak terolah sesuai standar itu kini juga telah dilaporkan pada BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jatim. namun secara tertulis pihak Miwon meminta waktu untuk menjelaskan kronologi dan upaya penanganan perbaikan.

Salah satu karyawan Miwon, Akhiyat menjelaskan, perbaikan blower IPAL telah dilakukan sejak 17 April lalu. “Kami telah mendatangkan mesin blower dan teknisi dari Korea langsung karena di Indonesia tidak ada. Harganya juga tidak murah yakni Rp 250 juta. Kini sudah blower sudah berfungsi tapi kami butuh waktu sekitar dua minggu lagi sampai bakteri di bak IPAL bisa berkembang,” ujarnya.

Ia mewakili perusahaan juga meminta maaf pada Tim Patroli dan masyarakat jika kerusakan blower menyebabkan pencemaran air di Kali Surabaya. “Kami mohon maaf atas kondisi kerusakan di IPAL kami. Kami dan pihak direksi masih tetap berkomitmen meningkatkan perbaikan kinerja lingkungan perusahaan,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pompa blower yang rusak berada di bak aerasi untuk porses biologis limbah. Dengan begitu, bak tidak difungsikan dan limbah tidak melalui proses yang semestinya.

Imam pun menegaskan, dengan kondisi saat ini maka limbah dari Miwon bakal tetap mencemari Kali Surabaya yang notobene sebagai air baku untuk air minum warga di Surabaya. “Kita lihat saja apa upaya perbaikan yang telah dilakukan Miwon bisa membuat limbah cair mereka kembali normal seperti dulu,” tukasnya. (rizal)